Monday, November 28, 2016

Iya kan?

Sadarilah bahwa pada akhirnya kamu akan berjalan sendiri
Pahamilah bahwa pada akhirnya kamu akan memilih sendiri
Terimalah bahwa sebenarnya kamu hanya bisa mengandalkan diri sendiri,

tapi pula, ketahuilah bahwa kamu tidak sendirian.
Kabar gembira kan?









Fakta bahwa kamu dan saya tidak sendirian dibatasi oleh ekspektasi.


Satu Tahun (lebih) di Jatinangor

Siapa yang menyangka kalau Jatinangor akan jadi tempat hidup saya selama 4 tahun dari tahun kemarin? Siapa yang tau kalau Jalan Caringin bakal jadi tempat saya melakukan rutinitas minum kopi tiap pagi? 

Beginilah kenyataannya, saya memupuk angan dan mimpi, meraih dan gagal, puas dan kecewa, di Jatinangor ini. Di satu tahun lebih di Jatinangor.

Intinya sih, gitu.

Tuesday, October 18, 2016

Terbalik?




Saya selalu ingat tiap kali Ibu saya bilang,
jangan sedih. Setiap masalah pasti ada hikmahnya,
setiap keterpurukanmu, pasti jadi pelajaran juga.

Saya selalu ingat di setiap waktu hati menangis, dan berpikir menjadi hal yang sia-sia,
seorang teman menasehati,
justru masalah-masalah ini yang nanti jadi bekal supaya Kamu lebih kuat menghadapi masalah lainnya.

Saya lebih dari setuju.
Saya selalu percaya seratus persen terhadap apapun yang menyatakan bahwa semakin hari kau semakain kuat. Saya pernah percaya pada sebiah hal yang saya analogikan dengan tembok rumah. Perlahan dibangun dengan batu bata dan semen. Menahan semua keributan alam menyerang. Sesekali Ia terkikis, membentuk lubang, ditambal lagi supaya tetap kuat menahan bangunan.

Lubang-lubang di tembok itu tak lagi berarti selama saya masih mampu menambalnya, memberinya kekuatan lagi supaya bisa menahan bebannya yang berat. Tapi kemudian, lubang-lubang kecil lah yang justru dibuatnya saya gelisah.

Masalah-masalah yang besar itu, yang katanya menguatkan, tidak membuat saya semakin kuat. Setidaknya, tidak hari ini. 
Justru terbalik.
Saya jadi terlalu takut dengan hal-hal kecil
dengan setitik kesalahan, dengan sesuatu di luar dugaan, dengan penolakan, dengan sedikit kekecewaan
Jadi terlalu payah dalam menghadapinya,
jadi rentan bukan menguat.
Sampailah saya pada titik untuk bertanya harus apa.
Sampailah saya pada puncak tertinggi yang selangkah lagi mungkin jatuh,
dan jadilah saya, malam ini, sebuah rupa yang gelisah.

Wednesday, October 12, 2016

Oh, Sun, I like You!







A pleasant morning is seeking its sun to gently and splendidly rises
Here comes the desire to glorify its existances.

In a world of frigidity, It lukewarms with pleasure every bodies and hearts
In a world of dark and depression, It lightens the spaces of the room without exception
In a world of every soul is starving, It feeds beings generously
In a world of ordinary mortals, It is The Sun.

.
.
05.36
Few sips of coffee before i should go,
along with the Sun, i fall for it.

Sunday, October 2, 2016

This is why you have to, just be kind

Lately, i found somethings occured successively. And it assures me what i have been believing on, that everything doesnt always as it seems. It convinces me that no matter how do i feel such a big problem going on, there is always someone, somewhere, right in the same position as you are, even you might be luckier than him or her.

The first thing you may learn is, no, no you are not all by yourself.
Second thing after that is when you know there is always someone above and below you, you just gotta be a kind person. Because every smile hides some pain.
Because each one you meet is facing their battle

When you only ask someone, but he replies with anger
When you only joke, but he's being very conscious
You might get upset, but you find out later
By the time  you capsized by him, he should be the one who are being precious

We most times expert on someone. Its not the matter he doesnt talk. Its how you are being to people. 

Friday, July 1, 2016

00:04

(click : When You Are Near )

Dan beginilah rupa sebuah jiwa yang bukan main sendu, yang berderu di tengah malam. Saat semua orang sudah menikmati ayunan dalam mimpinya. Ia masih terjaga, bertikai dengan apa-apa yang nyata tapi tak cakap ia hadapinya.

Dan sudah habis semua goresan tinta dan kata makna yang ia perlu baca dan dengar. Lagi-lagi ia tertawan pada kekecewaan dan kelimpungannya sendiri. Pada sesalnyalah ia mengaduh. Menerka-nerka laluan apa, yang mana. Apabila menunggu bulan sampai tiba gerhana, ia kan hanya terombang-ambing di kapal kecil yang ia pasok dengan pangan yang hanya tahan sampai api lilinnya padam. Bilamana perih, paling tidak ia rasa sudah impas.

Jikalau bukan begitu, ia tengah menjadi baik-baik saja untuk membentengi tilikannya yang tidak patut dan ceritanya yang pelik, yang ia usahakan habis-habisan supaya wajar.

Sekarang ia habis akal, rumah yang ditemukannya muncul dan hilang. 

Kemudian ia disadarkan bahwa segelap-gelapnya malam, pagi akan datang juga.

Monday, June 20, 2016

This Doesnt Feel Right

I probably am not the one who literally can express myself through face expression nor my gestures or attitudes. I am not obviously emotional, i hardly feel touched over something while many eyes are looking at me. I am not the kind that can tell stories and problems but also cry over it at the same time i speak. I maybe seem heartless at glance but on my behalf when i am alone, all those things are running in my head, and that is i am being sorry for or mourn at, that is when i try to discover on what is the most possible way to act over them. I attempted to find the right one, but everytime i feel like i had found, that just always doesnt feel right. And this is me, it is just me through poems, implicit posts, or anything so called melancholy.





and this is upon Azura's request that this post made while she was sleeping very early in the morning (4.30 am)

Friday, May 20, 2016

Sudah Setahun yang Lalu

Ini, hidup yang emang cepat, atau saya yang terlalu sibuk, atau tidak peduli hidup, atau justru terlalu menikmati hidup? 

.......sok-sok an bahas hidup. Baru juga 18 tahun. 

Kemarin pagi saya menghadiri di momen setahun lalu. Dandan dari jam 4 subuh, jahit kebaya, pakai high heels paling pewe, dapat sertifikat ini itu, dikalungin medali, disematin pin alumni, foto-foto sama temen se-geng. 


Apa coba? wisuda. Bedanya kemarin saya udah ngga ngelakuin semua hal di atas, hehe. Itu setahun lalu. Cepet banget, pikir saya. Tahun ini saya cuma dimintain tolong buat nyematin pin alumni. 
Saya pikir awalnya, jauh ah Jakarta, tapi kemudian berubah pikiran karena saya bisa dapet bolos dua hari jadi hitung-hitung long weekend sampe minggu,

hehe

Ngga ada yang berbeda dari wisuda sebelumnya, apa-apa yang saya liat kemarin justru persis dengan apa-apa yang saya lakukan waktu saya diwisuda. Ekspresi senang campur kata-kata sedih yang bilang jangan susah ngumpul kalo udah pada kuliah ya. Eh, susah banget, padahal saya baru semester dua, belum habis lagi.

Saya jadi setuju sama kutipan yang bilang 
"bahagia itu sederhana, nostalgia salah satunya" , ketemu guru-guru jadi salah satu agenda favorit saya kalo lagi pulang ke Jakarta. Sambil inget-inget cerita waktu SMA, nanyain kabar si ini si itu, sama satu pertanyaan yang pasti terlontar dari seorang guru yang ketemu kita lagi pas kuliah adalah

"gimana kuliahnya?"

yang saya selalu bingung harus dijawab dengan jawaban seperti apa. Palingan,

"alhamdulillah pak, lancar" 

Kemudian pertanyaan kedua biasanya menjurus ke IP
....

Sisa prosesi wisuda isinya guru-guru tampil yang selalu disnapchatin sama siswanya, kesan pesan wisudawan yang selalu dibuat  mengharukan sambil sering-sering melantangkan nama angkatan, sampai doa, lalu selesai. Lalu lagi sisanya foto-foto sampe dipanggil orang tua disuruh pulang. Kalo gengnya banyak fotonya banyak dan berkali-kali sampai dapat foto yang semuanya senyum sempurna.

ah, jadi rindu

Saya rindu teman-teman saya, semuanya. Semuanya. 
Ternyata sudah setahun yang lalu, terlalu jauh untuk meminta diantar kembali kesana.
Terlalu berharga jika hilang, terlalu mahal kalau retak.



Wednesday, May 11, 2016

A Better Day Is A Happy Day

Ceaselessly reminding myself that any, anything happened always have their wisdoms.
And by all odds that life goes on

Days dont literally get better, yet the meaning of a happy day was being simpler.

Having time to learn

To play

To enjoy
....petty moments that give our life at least a dim of light, on the way to glow.

Monday, May 2, 2016

Yang Malang Yang Melintang

Tiba-tiba ricuh, pintu digedor-gedor seperti akan badai sedetik lagi
Ia memaksamu keluar, memaksamu berpikir, memerintah untuk melepas apa yang perlu dilepas, segera.

Kamu lupa kamu pernah berjanji
Kamu tidak peduli dengan pemerhati
Kamu tau tapi tidak mau tau
Kamu, kamu, kamu terlalu salah untuk punya kebenaran

Lalu Kamu mencoba berdiri, berjalan, tapi baru sebentar, 
serasa cahaya tak ada lagi yang menyala
sepercik saja, bukan main redup.

Seseorang yang tinggal dilupakan, mendefinisikan Kamu.
Jadi kecil, jadi hilang, jadi sesuatu yang tidak pernah diinginkan
Atau tetap ada, tetap berada,
tapi tidak ada yang percaya.

Kamu, yang tidak bisa menjaga, biarlah dia mempertimbangkan apa-apanya
Kamu yang mungkin tidak akan pernah tahu rasanya, 
hampiri saja meja dengan api berjelaga
Disitu ada kertas dan pena, tulislah apa yang Kamu bisa,
sampai mulut berbusa, 
sampai besok dan lusa
atau entah kapan sampai tak ada kata yang tersisa.


Sunday, March 20, 2016

The Unfamiliar Future

I believe it is not just me who'd like to make a plan of things after today. It probably is for tomorrow, next week, next year, after 5 years or 10 years, or maybe for some time in the future we even can't imagine yet. That is a basic of a man can do right? 

Anyway, dear planners (and myself), why do we try to list all of the things we want to do and try, we wish to become, we dream to be? Well, for me its because the future is very unfamiliar. Although, we kind of admit what we want to do, but do we know what is coming sooner? or later coincide with our next week plan or 5 or 10 years plan? 

That is appearantly what fears me. 

And here comes what i said to myself, exactly last night, right while i was laying with my blanket on. "Those fears are not what you have to be fear of. Here, remember everything in the past you try to forget? You were scared to let go of somethings and fall into the unknown, an abyss and a fate worse than anything you could imagine.  But now, while you are thinking of this, is where you are, is the moment and time you have arrived after clinging of those pasts."

Then i self-winding myself to write the future plans. Thats pretty much natural. Nothing was worth getting depressed about, that it took away one's capacity to enjoy life in all its ups and downs, one of my favorite author's mother says in the book. 

Looking at things this way, i felt the burden of pressure that i imposed on myself lifted. With all the unfamiliar things coming, i plant in my mind that in life things rarely turn out the way we want them to be or rarely stay the same. The list i've made? Who said i had to do anything at all? Its just an A-list of life i dream to achieved, turned out to many people out there wanted the same thing. But also who said we can not achieved one? 

Those plans are very nice, and when somethings disrupt, its ok, its ok, its okay.
We are not chained to those or be a slave to dissapointments when things dont go the way we want them. Dont be afraid of whats unfamiliar coming, the only way to find out whether we are gonna make it or not, is to try and face tomorrows. 

Just because i scared, doesnt mean i still clinging on yesterdays. And so are you. Who knows, when we finally let go, far from falling into the abyss, we might find ourselves flying and soaring to so new heights.

Saturday, March 12, 2016

and time goes by



Langit biru berawan
Putih dingin dengan sedikit kehangatan
Senja sehabis hujan
Perlahan lukiskan bayangan

Lagi-lagi risau yang ku benci
Terpintasnya sangat cepat
Membuat kedipan mata kuat
Kuingatkan supaya tuk tak mengingatnya,
di saat dia tak ada

Bisuku berisi rahasia
Bisuku saat itu cukup jadi sesal
Dipenghujungnya tak berarti apa-apa

Namun semesta baik hati
Dan aku akan kembali begitu padanya
Bagai setiap sinar pagi yang memberi harapan,
dan menghilangnya awan hitam,
pertanda menginzinkan pergi
Menjanjikan kebahagiaan

16 Januari 2015
14:16 WIB

Saturday, March 5, 2016

Self Destruction


Must be remember we converse on every benches at the park,
we had.
It is enough for me by day to walk the same bright earth with.
Enough that over us by night, the same great roof of stars is dim.

Please never again being a sweetmeat, a very exquisite i cant refuse 
Absorbs everything you exhale
On that every second now i hardly survive
Poison i am breathing, suffer i am swallowing.

Sweetheart you cant hold with your foot
Since human has only two hands, you are able to hold two.
But each also has two to held.
What is trying so hard for?

Get me linger now and a little bit then
Do not you misgive, its myself, 
destructs
Whats left in this story is only shiver of yours
and not much of my desire.

Wednesday, March 2, 2016

Nothing to fear, for now

Kembali menyelamati kedatangan bulan baru tepat di hari pertama bulan Maret. 
Kemudian sadar sudah tiga bulan memupuk angan-angan lama supaya punya harapan-harapan baru.
Baru seperempat tahun sampai hari ini, dan baru beda tujuh tulisan dari terakhir aku katakan demikian. Bunga-bunga  belum semua bersemi tapi sudah ada yang mati. Engga apa-apa. Mengutip Dalai Lama,  

I find hope in the darkest of days, and focus in the brightest. I do not judge the universe

Biar terus jalan kedepan. Biar tidak maksa untuk melihat saat gelap. Biar bergerak saat bercahaya. Dan supaya tahu diri sama semesta. 


Monday, February 22, 2016

Baru Sadar

Sudah kan?
Sudah seperti yang katanya Kamu inginkan?
Sudah seperti apa yang Kamu doakan?

Sudah kan? 
Matahari sudah lari kan?
Sudah diganti hujan diawali awan gelap?
Dia sudah tidak berlari-lari dipikiran?
Penampakannya tidak lagi menetap?










Kenapa?
Ternyata salah beraksara ya?
Ucapanmu ingin ditarik saja?
Kenyataannya tidak seperti yang dibayangkan ya?

Friday, February 19, 2016

OK


(Picture's from The Perks of Being Wallflowers)

It has been a thought lately..
Maybe we'd like to questioning about how and why did we end up like now. And so, start to questioning ourself, like, maybe why do i such a grumpy? why am i not good in socializing? or why can't i play the drum? why didnt i learn French? (The last two are actually what i feel, haha) Why am i not this and that?

Well, There is no need to feel sorry about ourself right now. It doesnt change anything in anyway. I think we came from what surroundings built us. And if what we are now is what the universe has built, that makes us want to evolve.

By surroundings i mean we are the books we read, the movies we watch, the music we listen to, the people we meet, the dreams we have, the conversation we engage in. We are taken from these. We are the sound of the ocean, the breath from the fresh air, the brightest light and the darkest corner. 

We are every second of every single day. We are collective from every experiences in our life. So drown ourself to the sea of knowledge and existence. Let the words run through our veins, and let the colours fill our mind.

We dont stop, we live every second every day, and we can walk or even run in every second of those days. Open the map to see the path, find where we'll go from here, from the ground we stand on. It is ok to have some false steps, those are mistakes, and this is life.Its matter of fact.

(p.s : in order cheering myself)

Wednesday, February 17, 2016

Happy anyway


 I make an oath to myself that no one nor nothing makes me happy but myself. It is very nice to have some people that make you happy but your happiness, appearantly, absolutely are not depending on them. People just come and go. Your people wont LITERALLY always be there. I am not saying they aren't loyal or truehearted. But you probably know that they have their own life to take care of. It is not also they dont care about you, but they know, in sometimes, somehow you gotta handle by yourself.

What up?

And when life gives you lemon with  piece of shits, make the lemonade. Then you are living your life. You (just) gotta live it. If not, whats the point of being alive?After all the shits gone, you will realize how great you were. And this question come up, how did you do that? Maybe you didnt do the very right thing but you passed and you learned. Or maybe you were being (just) happy. Because you knew you can not blame anything or anyone for the situation that made you unhappy. This decision to be happy is not made for you. Its a decision you make for yourself. You already great at trying to make everyone happy include yourself. But it is a mistake trying to please everyone but yourself.


Tuesday, February 16, 2016

Bilur;



Laut rembang terpukau
Dirindukan sang danau
Terpisahkan oleh daratan
Dipersatukan sang hujan
Melupa tuk mengingat
Bahwa hasratnya tersirat
Dirasa di ujung dunia
Di saat pagi belia

Kalau sampai nanti waktu masih berbaik hati, dan semesta mengizini, aku akan meminta tidak lebih dari ini. Sejatinya tidak akan pernah. Waktu tidak sebaik itu, semesta tidak mudah dirayu. Tapi satu gelas iced coffee tanpa whipped cream dan cookies and cream blended punyamu itu, I'm glad to always have those days. Mungkin ditambah satu porsi kentang goreng, atau minumanku yang dipesan jadi panas kalau hujan, atau apapun minumanmu yang non-coffee.

Terdengar sebuah band sedang tampil dalam mungkin, genrenya folk. Vokalisnya membawa tamborin, penontonnya tidak banyak waktu itu, tapi aku bilang lagunya bagus. Mendengar komentarku itu, kamu menyetujui, kemudian malah terpancing untuk menceritakan band-band lain yang serupa beserta sejarahnya. Aku tidak pernah mencintai cerita-cerita itu, well, beberapa sih, tapi aku bersedia mendengarkannya, paling tidak menambah pengetahuanku, dan aku selalu membalasnya penuh antusiasme bukan?

Selepas itu ceritamu diikuti cerita-ceritaku tentang apa saja. Tentang kitkat bar dengan rasa hazelnut yang baru aku temukan, tentang film-film baru, tentang sepatuku yang talinya hilang sebelah, tentang tempat-tempat yang bagus dan photo-able, tentang semuanya sampai akhirnya memunculkan hari-hari kita bertemu lagi.


Kita telah menjelma
Menjadi insan duka
Bilur jadi saksinya
Meretas dalam suka

Dan kita bertahan dalam sebuah kekhilafan
Mengingkari nyata dipisahkan tuan
Siapakah kita? Tiada perlu diartikan
Karena dalam diam saling merasakan

Dilain hari, menuju tempat yang berbeda. Jalanan masih basah sisa hujan. Ada pohon yang batangnya beberapa jatuh ke jalan, tadi hujan kayaknya marah. Seperti tidak ada yang kamu pedulikan, jalanan macet, kaca berembun, kamu mengganti frekuensi radio ditengah-tengah aku yang sedang ikutan bernyanyi. Kamu bilang kamu punya jokes baru, jadilah kamu melontarkan semacam tebak-tebakan itu. Asal jawab aku bilang aku tidak tahu. "coba pikir pikir dulu deh", kamu maksa. Kemudian Live Forever nya Oasis diputarkan di radio. Sambil menyelami liriknya aku pura-pura memikirkan jawaban tebakanmu itu. 

Hiduplah untuk hari ini. Kutipan ini melewati pikiranku. Hidupku ini kok isinya kutipan semua ya, hahaha. Tapi siapa yang ngga suka membaca kutipan yang sebelas duabelas sama hidupnya. Serius deh, rasanya kan jadi kaya ada yang tau banget kita lagi menghadapi apa? Lalu tiba-tiba jadi menguatkan diri sendiri karena dengan lihat kutipan itu, kita jadi tau kalo ada orang lain yang pernah mengalami hal yang sama. 

Tapi emang aneh rasanya, saat kita menghidupi yang sekarang. Bukan yang lalu bukan yang nanti. Kita hidup benar-benar untuk saat ini. Tanpa penyesalan, tanpa harapan. Hanya menjadi, di saat ini. Tidak juga ada pikiran apakah aku pernah berharap ada ditempat ini, menjadi ini,  bersama apapun yang sekarang ada di sekitar ku. Tidak ada pikiran tentang pikiran, hanya menjadi keberadaan. 

Lalu kepikiran lagi, "Do you think i count the days?" katanya Jean-Paul-Satre. “There is only one day left, always starting over: it is given to us at dawn and taken away from us at dusk.”



Jika nanti telah usai
Melepas beban muram
Tersisa luka yang memburai
Sebisa kan ku redam

Karena tidak tahu kapan usai, jadi aku ingin hidupi hari ini saja. Tidak berharap, tidak juga menyesal. Malah seperti ikan mati yang terbawa arus laut. Ceritanya tidak perlu ditambah-tambah, diindah-indahkan, biarkan begitu saja. Jikalau 10 tahun lagi, boleh pilih, ditanyakan kenapa atau kita pura-pura lupa.

"mikir, ngelamun, apa meditasi daritadi?" , ucapanmu bikin buyar. Dan kita sudah sampai.

Monday, February 15, 2016

Abstract


Oh yes, the past can hurt. But you can either run from it, or learn from it. – Rafiki, The Lion King

Lion King isnt my kind of movie, but right to the point above, i sharply agree.

Any past may terrifying. Everyone has it from scale one to ten. It may be haunting you in such times, before you go to sleep? right after you wake up? everytime you see the rain? the sun? seems it comes from everything you see. But these past things that scare you means you are alive. They give you that hurt feelings to tell you that you arent supposed to do the same thing later. They make you know how it feels to be wrong, and make you find the way to make it right.

Many things happened and about to happens in a man's life. For which are happened, you can go make yourself a wall with a yellow door with one-or-maybe two windows, and place it in your heart and your mind. See another big door across? Thats the way you suppose to go out, someone has put a rollerblade for you to have more steps further than running. Once in a while its okay to open the yellow door or have a little peek to the past just to make sure theyre still there for you to learned.

Anything broken, will grow.
Anything lost, will be replaced.
Anything destroyed, will be cured. 
And anyhing wasted will be meaningful

Saturday, February 13, 2016

CHAIRMPRO : More slides?! please!


It is basically a 3 minutes video of our 5 hours not-literally-swimming at one of the swimming park in Jakarta. How come we end up here? 

First reason is that Waterboom was having 60% off for students
Second reason is we got a new friend visiting Jakarta 

Happy watching if you wanted to! 
(you should since you just read this post :p)

Tahun Baru


(Kalau kamu ingin dengar)

Kalau ada satu lagu yang bisa merangkum seluruh tahun 2015 buatku, mungkin jawabannya tidak ada. Maksudnya, tidak satu. Mungkin enam, atau delapan, atau sepuluh. Atau coba dihitung dulu agar bisa dibagi oleh 365 hari. 
Tapi mungkin lagu ini salah satu dari enam atau sepuluh lagu itu :

Badai tuan telah berlalu
Salahkah ku menuntut mesra
Tiap pagi menjelang kau disampingku
Ku aman ada bersamamu

Selamanya
sampai kita tua
sampai jadi debu
ku di liang yang satu
ku di sebelahmu

Badai tuan telah berlalu
Salahkah ku menuntut mesra
Tiap pagi menjelang kau disampingku
Ku aman ada bersamamu

Kemudian, terlepas dari apapun yang mengganggu, aku punya banyak rencana di tahun 2016. Membuat rencana memang menyenangkan ya? Berangan memupuk harapan-harapan lama. Seperti bunga, berharap mereka bersemi tahun depan, meski aku paham, harus ada yang mati di antaranya. Selamat tahun 2016 (yang telat satu bulan), semoga kita dapat melewati badai-badai itu.

Wednesday, February 10, 2016

Kalau begitu jangan



Teruntuk yang jatuh, apa Kamu baik baik saja?
Kutanya karena tak semua jatuh meluka

Yang jatuh, apa Kamu jera?
Kuterka Kau sedikit merana

Kalau nanti surya turun lagi, 
Aku harap Kau tidak mencariku sering
Apabila nanti terjaga sampai pagi, 
jangan teleponku kau dering

Ada dua raga yang Kau embuh
Tapi hanya satu yang bisa kau lihat riilnya
Kemudian dua hati yang kau gemar
Tiada satupun yang sedia berpura-pura