Friday, May 20, 2016

Sudah Setahun yang Lalu

Ini, hidup yang emang cepat, atau saya yang terlalu sibuk, atau tidak peduli hidup, atau justru terlalu menikmati hidup? 

.......sok-sok an bahas hidup. Baru juga 18 tahun. 

Kemarin pagi saya menghadiri di momen setahun lalu. Dandan dari jam 4 subuh, jahit kebaya, pakai high heels paling pewe, dapat sertifikat ini itu, dikalungin medali, disematin pin alumni, foto-foto sama temen se-geng. 


Apa coba? wisuda. Bedanya kemarin saya udah ngga ngelakuin semua hal di atas, hehe. Itu setahun lalu. Cepet banget, pikir saya. Tahun ini saya cuma dimintain tolong buat nyematin pin alumni. 
Saya pikir awalnya, jauh ah Jakarta, tapi kemudian berubah pikiran karena saya bisa dapet bolos dua hari jadi hitung-hitung long weekend sampe minggu,

hehe

Ngga ada yang berbeda dari wisuda sebelumnya, apa-apa yang saya liat kemarin justru persis dengan apa-apa yang saya lakukan waktu saya diwisuda. Ekspresi senang campur kata-kata sedih yang bilang jangan susah ngumpul kalo udah pada kuliah ya. Eh, susah banget, padahal saya baru semester dua, belum habis lagi.

Saya jadi setuju sama kutipan yang bilang 
"bahagia itu sederhana, nostalgia salah satunya" , ketemu guru-guru jadi salah satu agenda favorit saya kalo lagi pulang ke Jakarta. Sambil inget-inget cerita waktu SMA, nanyain kabar si ini si itu, sama satu pertanyaan yang pasti terlontar dari seorang guru yang ketemu kita lagi pas kuliah adalah

"gimana kuliahnya?"

yang saya selalu bingung harus dijawab dengan jawaban seperti apa. Palingan,

"alhamdulillah pak, lancar" 

Kemudian pertanyaan kedua biasanya menjurus ke IP
....

Sisa prosesi wisuda isinya guru-guru tampil yang selalu disnapchatin sama siswanya, kesan pesan wisudawan yang selalu dibuat  mengharukan sambil sering-sering melantangkan nama angkatan, sampai doa, lalu selesai. Lalu lagi sisanya foto-foto sampe dipanggil orang tua disuruh pulang. Kalo gengnya banyak fotonya banyak dan berkali-kali sampai dapat foto yang semuanya senyum sempurna.

ah, jadi rindu

Saya rindu teman-teman saya, semuanya. Semuanya. 
Ternyata sudah setahun yang lalu, terlalu jauh untuk meminta diantar kembali kesana.
Terlalu berharga jika hilang, terlalu mahal kalau retak.



Wednesday, May 11, 2016

A Better Day Is A Happy Day

Ceaselessly reminding myself that any, anything happened always have their wisdoms.
And by all odds that life goes on

Days dont literally get better, yet the meaning of a happy day was being simpler.

Having time to learn

To play

To enjoy
....petty moments that give our life at least a dim of light, on the way to glow.

Monday, May 2, 2016

Yang Malang Yang Melintang

Tiba-tiba ricuh, pintu digedor-gedor seperti akan badai sedetik lagi
Ia memaksamu keluar, memaksamu berpikir, memerintah untuk melepas apa yang perlu dilepas, segera.

Kamu lupa kamu pernah berjanji
Kamu tidak peduli dengan pemerhati
Kamu tau tapi tidak mau tau
Kamu, kamu, kamu terlalu salah untuk punya kebenaran

Lalu Kamu mencoba berdiri, berjalan, tapi baru sebentar, 
serasa cahaya tak ada lagi yang menyala
sepercik saja, bukan main redup.

Seseorang yang tinggal dilupakan, mendefinisikan Kamu.
Jadi kecil, jadi hilang, jadi sesuatu yang tidak pernah diinginkan
Atau tetap ada, tetap berada,
tapi tidak ada yang percaya.

Kamu, yang tidak bisa menjaga, biarlah dia mempertimbangkan apa-apanya
Kamu yang mungkin tidak akan pernah tahu rasanya, 
hampiri saja meja dengan api berjelaga
Disitu ada kertas dan pena, tulislah apa yang Kamu bisa,
sampai mulut berbusa, 
sampai besok dan lusa
atau entah kapan sampai tak ada kata yang tersisa.