Monday, February 22, 2016

Baru Sadar

Sudah kan?
Sudah seperti yang katanya Kamu inginkan?
Sudah seperti apa yang Kamu doakan?

Sudah kan? 
Matahari sudah lari kan?
Sudah diganti hujan diawali awan gelap?
Dia sudah tidak berlari-lari dipikiran?
Penampakannya tidak lagi menetap?










Kenapa?
Ternyata salah beraksara ya?
Ucapanmu ingin ditarik saja?
Kenyataannya tidak seperti yang dibayangkan ya?

Friday, February 19, 2016

OK


(Picture's from The Perks of Being Wallflowers)

It has been a thought lately..
Maybe we'd like to questioning about how and why did we end up like now. And so, start to questioning ourself, like, maybe why do i such a grumpy? why am i not good in socializing? or why can't i play the drum? why didnt i learn French? (The last two are actually what i feel, haha) Why am i not this and that?

Well, There is no need to feel sorry about ourself right now. It doesnt change anything in anyway. I think we came from what surroundings built us. And if what we are now is what the universe has built, that makes us want to evolve.

By surroundings i mean we are the books we read, the movies we watch, the music we listen to, the people we meet, the dreams we have, the conversation we engage in. We are taken from these. We are the sound of the ocean, the breath from the fresh air, the brightest light and the darkest corner. 

We are every second of every single day. We are collective from every experiences in our life. So drown ourself to the sea of knowledge and existence. Let the words run through our veins, and let the colours fill our mind.

We dont stop, we live every second every day, and we can walk or even run in every second of those days. Open the map to see the path, find where we'll go from here, from the ground we stand on. It is ok to have some false steps, those are mistakes, and this is life.Its matter of fact.

(p.s : in order cheering myself)

Wednesday, February 17, 2016

Happy anyway


 I make an oath to myself that no one nor nothing makes me happy but myself. It is very nice to have some people that make you happy but your happiness, appearantly, absolutely are not depending on them. People just come and go. Your people wont LITERALLY always be there. I am not saying they aren't loyal or truehearted. But you probably know that they have their own life to take care of. It is not also they dont care about you, but they know, in sometimes, somehow you gotta handle by yourself.

What up?

And when life gives you lemon with  piece of shits, make the lemonade. Then you are living your life. You (just) gotta live it. If not, whats the point of being alive?After all the shits gone, you will realize how great you were. And this question come up, how did you do that? Maybe you didnt do the very right thing but you passed and you learned. Or maybe you were being (just) happy. Because you knew you can not blame anything or anyone for the situation that made you unhappy. This decision to be happy is not made for you. Its a decision you make for yourself. You already great at trying to make everyone happy include yourself. But it is a mistake trying to please everyone but yourself.


Tuesday, February 16, 2016

Bilur;



Laut rembang terpukau
Dirindukan sang danau
Terpisahkan oleh daratan
Dipersatukan sang hujan
Melupa tuk mengingat
Bahwa hasratnya tersirat
Dirasa di ujung dunia
Di saat pagi belia

Kalau sampai nanti waktu masih berbaik hati, dan semesta mengizini, aku akan meminta tidak lebih dari ini. Sejatinya tidak akan pernah. Waktu tidak sebaik itu, semesta tidak mudah dirayu. Tapi satu gelas iced coffee tanpa whipped cream dan cookies and cream blended punyamu itu, I'm glad to always have those days. Mungkin ditambah satu porsi kentang goreng, atau minumanku yang dipesan jadi panas kalau hujan, atau apapun minumanmu yang non-coffee.

Terdengar sebuah band sedang tampil dalam mungkin, genrenya folk. Vokalisnya membawa tamborin, penontonnya tidak banyak waktu itu, tapi aku bilang lagunya bagus. Mendengar komentarku itu, kamu menyetujui, kemudian malah terpancing untuk menceritakan band-band lain yang serupa beserta sejarahnya. Aku tidak pernah mencintai cerita-cerita itu, well, beberapa sih, tapi aku bersedia mendengarkannya, paling tidak menambah pengetahuanku, dan aku selalu membalasnya penuh antusiasme bukan?

Selepas itu ceritamu diikuti cerita-ceritaku tentang apa saja. Tentang kitkat bar dengan rasa hazelnut yang baru aku temukan, tentang film-film baru, tentang sepatuku yang talinya hilang sebelah, tentang tempat-tempat yang bagus dan photo-able, tentang semuanya sampai akhirnya memunculkan hari-hari kita bertemu lagi.


Kita telah menjelma
Menjadi insan duka
Bilur jadi saksinya
Meretas dalam suka

Dan kita bertahan dalam sebuah kekhilafan
Mengingkari nyata dipisahkan tuan
Siapakah kita? Tiada perlu diartikan
Karena dalam diam saling merasakan

Dilain hari, menuju tempat yang berbeda. Jalanan masih basah sisa hujan. Ada pohon yang batangnya beberapa jatuh ke jalan, tadi hujan kayaknya marah. Seperti tidak ada yang kamu pedulikan, jalanan macet, kaca berembun, kamu mengganti frekuensi radio ditengah-tengah aku yang sedang ikutan bernyanyi. Kamu bilang kamu punya jokes baru, jadilah kamu melontarkan semacam tebak-tebakan itu. Asal jawab aku bilang aku tidak tahu. "coba pikir pikir dulu deh", kamu maksa. Kemudian Live Forever nya Oasis diputarkan di radio. Sambil menyelami liriknya aku pura-pura memikirkan jawaban tebakanmu itu. 

Hiduplah untuk hari ini. Kutipan ini melewati pikiranku. Hidupku ini kok isinya kutipan semua ya, hahaha. Tapi siapa yang ngga suka membaca kutipan yang sebelas duabelas sama hidupnya. Serius deh, rasanya kan jadi kaya ada yang tau banget kita lagi menghadapi apa? Lalu tiba-tiba jadi menguatkan diri sendiri karena dengan lihat kutipan itu, kita jadi tau kalo ada orang lain yang pernah mengalami hal yang sama. 

Tapi emang aneh rasanya, saat kita menghidupi yang sekarang. Bukan yang lalu bukan yang nanti. Kita hidup benar-benar untuk saat ini. Tanpa penyesalan, tanpa harapan. Hanya menjadi, di saat ini. Tidak juga ada pikiran apakah aku pernah berharap ada ditempat ini, menjadi ini,  bersama apapun yang sekarang ada di sekitar ku. Tidak ada pikiran tentang pikiran, hanya menjadi keberadaan. 

Lalu kepikiran lagi, "Do you think i count the days?" katanya Jean-Paul-Satre. “There is only one day left, always starting over: it is given to us at dawn and taken away from us at dusk.”



Jika nanti telah usai
Melepas beban muram
Tersisa luka yang memburai
Sebisa kan ku redam

Karena tidak tahu kapan usai, jadi aku ingin hidupi hari ini saja. Tidak berharap, tidak juga menyesal. Malah seperti ikan mati yang terbawa arus laut. Ceritanya tidak perlu ditambah-tambah, diindah-indahkan, biarkan begitu saja. Jikalau 10 tahun lagi, boleh pilih, ditanyakan kenapa atau kita pura-pura lupa.

"mikir, ngelamun, apa meditasi daritadi?" , ucapanmu bikin buyar. Dan kita sudah sampai.

Monday, February 15, 2016

Abstract


Oh yes, the past can hurt. But you can either run from it, or learn from it. – Rafiki, The Lion King

Lion King isnt my kind of movie, but right to the point above, i sharply agree.

Any past may terrifying. Everyone has it from scale one to ten. It may be haunting you in such times, before you go to sleep? right after you wake up? everytime you see the rain? the sun? seems it comes from everything you see. But these past things that scare you means you are alive. They give you that hurt feelings to tell you that you arent supposed to do the same thing later. They make you know how it feels to be wrong, and make you find the way to make it right.

Many things happened and about to happens in a man's life. For which are happened, you can go make yourself a wall with a yellow door with one-or-maybe two windows, and place it in your heart and your mind. See another big door across? Thats the way you suppose to go out, someone has put a rollerblade for you to have more steps further than running. Once in a while its okay to open the yellow door or have a little peek to the past just to make sure theyre still there for you to learned.

Anything broken, will grow.
Anything lost, will be replaced.
Anything destroyed, will be cured. 
And anyhing wasted will be meaningful

Saturday, February 13, 2016

CHAIRMPRO : More slides?! please!


It is basically a 3 minutes video of our 5 hours not-literally-swimming at one of the swimming park in Jakarta. How come we end up here? 

First reason is that Waterboom was having 60% off for students
Second reason is we got a new friend visiting Jakarta 

Happy watching if you wanted to! 
(you should since you just read this post :p)

Tahun Baru


(Kalau kamu ingin dengar)

Kalau ada satu lagu yang bisa merangkum seluruh tahun 2015 buatku, mungkin jawabannya tidak ada. Maksudnya, tidak satu. Mungkin enam, atau delapan, atau sepuluh. Atau coba dihitung dulu agar bisa dibagi oleh 365 hari. 
Tapi mungkin lagu ini salah satu dari enam atau sepuluh lagu itu :

Badai tuan telah berlalu
Salahkah ku menuntut mesra
Tiap pagi menjelang kau disampingku
Ku aman ada bersamamu

Selamanya
sampai kita tua
sampai jadi debu
ku di liang yang satu
ku di sebelahmu

Badai tuan telah berlalu
Salahkah ku menuntut mesra
Tiap pagi menjelang kau disampingku
Ku aman ada bersamamu

Kemudian, terlepas dari apapun yang mengganggu, aku punya banyak rencana di tahun 2016. Membuat rencana memang menyenangkan ya? Berangan memupuk harapan-harapan lama. Seperti bunga, berharap mereka bersemi tahun depan, meski aku paham, harus ada yang mati di antaranya. Selamat tahun 2016 (yang telat satu bulan), semoga kita dapat melewati badai-badai itu.

Wednesday, February 10, 2016

Kalau begitu jangan



Teruntuk yang jatuh, apa Kamu baik baik saja?
Kutanya karena tak semua jatuh meluka

Yang jatuh, apa Kamu jera?
Kuterka Kau sedikit merana

Kalau nanti surya turun lagi, 
Aku harap Kau tidak mencariku sering
Apabila nanti terjaga sampai pagi, 
jangan teleponku kau dering

Ada dua raga yang Kau embuh
Tapi hanya satu yang bisa kau lihat riilnya
Kemudian dua hati yang kau gemar
Tiada satupun yang sedia berpura-pura